oleh

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa di SMKN 13 Kota Malang Tahun 2019

Upacara Peringatah Hari Sumpah Pemuda. Para Taruna-Taruni mengenakan busana daerah

28 Oktober 1928, merupakan hari bersejarah dalam perjalanan pergerakan organisasi pemuda di Indonesia, pelbagai pemuda di seluruh pelosok negeri berkumpul dan menyuarakan tentang rasa persatuan bangsa demi terciptanya bangsa yang kuat. Hal ini untuk menyatukan para pemuda dalam satu tujuan yang sama melawan dan merebut kemerdekaan. Semangat para pemuda untuk mempersatukan bangsa dalam ikrar inilah yang hingga saat ini kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda SMKN 13 Kota Malang Tahun 2019

Hari ini bertepatan dengan hari sumpah pemuda ke-91. SMK Negeri 13 Kota Malang mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingatinya. Diawali dengan upacara bendera peringatan hari sumpah pemuda ke-91 tahun 2019. Dan menariknya seluruh warga sekolah termasuk guru mengedakan baju adat/daerah. Sebagai bentuk bahwa bangsa kita memang kaya akan perbedaan dan hal tersebut merupakan anugerah yang kita syukuri. Kegiatan yang bertemakan satu tanah, satu bangsa dan satu bahasa, dimeriahkan dengan belbagai lomba antar kelas dan program studi seperti, lomba baca puisi dan UUD 1945, lomba berbalas pantun dan speech contest. Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh tersebut sangat meriah, hal ini terbukti dari antusisme para taruna-taruni.

Salah satu penampilan taruni dalam lomba membaca puisi
Antusiame para taruna-taruni dalam kegitan peringatan hari sumpah pemuda dan bulan bahasa
para Bapak/Ibu guru yang menjadi juri

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan tahunan dari pihak kesiswaan dan kurikulum, sebagai wadah taruna-taruni dalam aktualisasi diri terhadap bidang seni dan nasionalisme. Dan tak lupa pula kegiatan ini juga hasil kreativitas dan semangat gotong-royong dari anggota Staf Batalyon kelas X beserta para pejabat senior kelas XII yang baru saja dilantik . Semoga peringatan hari sumpah pemuda bukan hanya sekedar peringatan tanpa makna. Namun, peringatan yang mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga sebuah persatuan.

“Beri aku seribu orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” Ir.Soekarno.

Langganan Berita, Masukkan Email Anda:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait